Tidak Semua Properti Layak Dimiliki

Banyak properti terlihat menarik di permukaan. Lokasi bagus, desain modern, harga masih “masuk”. Tapi itu belum cukup untuk menjadikannya layak dimiliki.
Masalahnya sederhana. Orang sering membeli berdasarkan apa yang terlihat, bukan apa yang bertahan.
Properti yang baik bukan hanya soal tampilan. Ia harus masuk akal dalam tiga hal:
– Lokasi yang tetap relevan
– Desain yang tidak cepat usang
– Nilai yang bisa dipertahankan, bahkan saat pasar berubah
Di Bali, misalnya, tidak sedikit villa baru yang dibangun cepat, dijual cepat, lalu kehilangan daya tarik dalam waktu singkat. Bukan karena jelek, tapi karena tidak punya dasar yang kuat.
Memilih properti bukan soal menemukan yang bagus. Tapi soal menghindari yang seharusnya tidak dipilih sejak awal.



